Kesehatan Sebagai Jembatan Perdamaian

Konflik Kekerasan memiliki dampak besar pada kesehatan dan kesejahteraan manusia. Morbiditas dan mortalitas sering disebabkan oleh konsekuensi tidak langsung dari konflik terkait dengan perpindahan dari rumah dan hambatan dalam akses untuk makanan, tempat tinggal, air bersih, fasilitas sanitasi, dan perawatan kesehatan profesional. Pengungsi dan orang-orang terlantar secara internal sering menderita dari angka kematian yang tinggi.

Continue Reading

Universitas Berbasis Riset Menuju “Kampus Berperadaban”

Dalam dunia metafisis, prinsip inferensi menyatakan bahwa: Barang Siapa yang mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya. Kita mendapat petunjuk bahwa manusia mengenal dirinya sebagai pembukaan untuk mengenal Tuhannya, karena pengenalan terhadap Tuhan sebagai hasil dari pengenalan dirinya sendiri. Begitu kecil dan lemahnya manusia di hadapan Tuhan dengan kebesaran dan kekuatan-Nya, manusia diberi isyarat untuk terus dan senantiasa mempelajari apa yang ada dan terjadi pada dirinya untuk mengenal kebesaran dan kekuasaan Allah Swt.

Continue Reading

Membangun Peran Institusi Pendidikan dalam Perdamaian dan Toleransi

Indonesia merupakan bangsa yang memiliki kemajemukan dari segi suku, bahasa, budaya dan agama.Indonesia memiliki lebih dari 300 suku, 700 bahasa, dan enam agama yang diakui oleh konstitusi termasuk Kong Hu Cu (Parker, 2009).Dengan kemajemukan tersebut, banyak orang yang tidak siap untuk berbeda, terutama dalam aspek teologi. Mereka menolak pluralisme dan menganggap orang lain “palsu, menyesatkan, dan kafir,” karena berbeda pemahaman keagamaan atau teologis (Barsihannor, 2016).

Continue Reading