Langkah Cerdas Atasi Ketakutan dan Kepanikan Ancaman Covid19

“The only thing we have to fear is fear it self”(Franklin Delano Roosevelt 1941)

Kehidupan manusia adalah sebuah proses evolusi dengan ritme siang dan malam, gelap dan terang. Tanpa cahaya kita takkan pernah memiliki konsep kegelapan. Kontras sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari tentang kebahagiaan dan kesedihan, kekuatan dan kelemahan, kesejahteraan dan penyakit.

Ketika bencana dan penyakit Covid 19 menyerang, kita cenderung menekan arti dan makna dari setiap peristiwa. Ketika kita gagal mengenali situasi kehidupan yang ada maka sumber harapan dan kekuatan untuk penyembuhan yang bersumber dari dalam diri kita akan ikut menjauh. Kita harus belajar merangkul keterbatasan kita seperti belajar mengenali kekuatan diri.

Pikiran, perasaan dan tindakan,  ketakutan dan kepanikan berlebihan terhadap ancaman Covid19 mempengaruhi kondisi kesehatan dan penyakit. Ketika seseorang mengalami stress (tekanan psikologis atau sosial) maka akan mengaktivasi hypothalamus dan lokasi coeroleus mempengaruhi sistem hormonal tubuh untuk menghasilkan kortisol, epineprin dan norepineprin serta fungsi saraf otonom,  perubahan ini akan mengubah sistem kekebalan tubuh dan aktivitas kardiovaskuler yang akan meningkatkan risiko tertular penyakit atau mempengaruhi kondisi kesehatan semakin memburuk.

Modulasi pikiran secara bersamaan mempengaruhi otonom, endokrin, kekebalan tubuh dan sistem neuropeptide. Stress dan krisis akan menghalangi proses penyembuhan. Penyembuhan adalah proses menjadi utuh, bagaimana satu dengan yang lainnya bisa saling terkait harus ada pola hubungan  yang baik secara integritas, kohesi dan koneksi. Kesehatan dan penyakit tidak dapat dibagi, keduanya alami dan diperlukan sebagai respon tubuh untuk melatih keseimbangan tubuh terhadap potensi yang dimiliki dan ancaman yang ada.

Ketika kita memelihara diri kita sendiri, kita akan menghasilkan energy, vitalitas dan kapabilitas untuk berkoneksi dengan potensi diri. Hidup akan lebih menyenangkan bahwa saat rasa takut muncul kita dapat mengenali pilihan untuk mengurangi hambatan dan memaksimalkan potensi diri yang ada. Setiap aspek hidup kita adalah pengalaman untuk belajar dalam perubahan. Kita sebaiknya membuka ruang dialog dalam diri dan memperkuat mental kita akan arti kehidupan dan kemanusiaan.

Menghadapi kondisi Covid19 yang saat ini menyerang tidak dapat kita hindari tetapi setidaknya tidak membuat kita jatuh pada kondisi ketakutan dan kepanikan luar biasa yang sebaliknya lebih mengancam kehidupan bukan karena invasi virus ke tubuh tetapi karena tubuh tidak mampu mengenali potensi yang ada dalam meningkatkan sistem imunitas tubuh dan penyembuhan diri. Berikut langkah-langkah CERDAS sederhana yang coba saya elaborasi dapat kita lakukan dalam menekan tingkat kecemasan, ketakutan dan kepanikan serangan Covid19 sehingga membantu dalam meningkatkan respon imunitas tubuh:

  1. Cukup tidur. Memastikan tidur yang cukup selama 7 hingga 8 jam sehari dan membiarkan tubuh tidur sebelum pukul 12.00 tengah malam. Tidur yang baik tidak hanya membantu memulihkan kekuatan fisik, tetapi juga secara efektif meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan daya tahan penyakit, dan meminimalkan kemungkinan invasi kuman.
  2. Emosi di pertahankan stabil dan optimis. Ketakutan akan penyakit menular memiliki dasar evolusi purba dan merupakan naluri manusia. Respon irasional radikal adalah bahwa para pihak tidak dapat mengendalikan ketakutan mereka untuk tidak terinfeksi. Pandemik Covid19 bukan masalah Anda sendiri, cobalah untuk tidak terpengaruh oleh dunia luar, perhatikan bagaimana kita dapat melewatinya dengan tindakan rasional dan masuk akal. Pertahankan kestabilan emosi dan tetaplah optimis untuk sehat. Pahami fenomena ini dengan melihat sisi lain bahwa ada kesempatan untuk kembali memahami diri sendiri dan hubungan dengan orang lain. Anda dapat melakukan relaksasi nafas dalam, mendengarkan musik klasik atau murrotal ataupun melakukan meditasi atau beberapa gerakan yoga. Ini akan sangat membantu anda untuk mengendalikan stress.
  3. Rendam kaki dengan air hangat, Kembangkan kebiasaan merendam kaki dengan air hangat sebelum tidur, dapat ditambahkan 30g daun wormwood atau 20-30g merica (gunakan dengan hati-hati jika Anda memiliki kulit yang luka pada kaki), tambahkan air hangat dan rendam kaki Anda selama 15~30 menit. Merendam kaki dalam air hangat untuk waktu yang lama tidak hanya akan membantu tidur, tetapi juga meningkatkan sirkulasi mikro kaki dan meningkatkan kekebalan tubuh.  Mandi air panas untuk memastikan bahwa Anda dapat mandi air panas setiap hari atau setelah keluar. Di satu sisi, dapat menghilangkan kuman yang dibawa, di sisi lain, itu meningkatkan sirkulasi darah tubuh dan meningkatkan resistensi penyakit.
  4. Diet Sehat, makanlah dengan makanan seimbang dan bervariasi,perbanyak konsumsi buah dan sayur, menghindari makanan dingin, makan makanan hangat, seperti sup ayam, soto daging atau sup ikan dalam jumlah sedang. Minum ramuan teh hangat akan membantu untuk mendetoksifikasi dan meningkatkan resistensi penyakit tubuh.
  5. Aktifitas ringan. Dalam masa karantina dan sosial distance kita mungkin akan merasakan bosan di rumah, perasaan berubah dari awalnya ketakutan, kecemasan menjadi panik sampai depresi, yang menunjukkan bahwa perlahan-lahan kita harus kembali dari keadaan stres ke kehidupan sehari-hari. Cobalah merumuskan kembali rencana kehidupan sehari-hari. pikirkan saat ini sebagai liburan dan rekreasi di rumah, bagaimana kita ingin menghabiskannya? membaca berita sepanjang hari dapat membuat kita semakin cemas dan kosong. Lebih baik minimalkan membaca berita-berita hoax yang tidak masuk akal dan melakukan sesuatu seperti membersihkan rumah, belajar memasak, berolahraga, dan menulis.  Berinteraksi serta ciptakan aktivitas, permainan, dan hal-hal menarik lainnya yang dapat diikuti anggota keluarga di rumah. Mari kita berbincang dengan mereka untuk waktu yang lama.
  6. Spiritualitas, adalah esensi dari siapa kita dan bagaimana kita berada di dunia. Keyakinan spiritual akan membantu kita dalam proses pemulihan dari keadaan stress, takut dan panik. Manusia adalah makhluk bio-psiko-sosial-spiritual yang menyiratkan pemahaman tentang pengembangan aspek mental spiritual, khususnya kesadaran bahwa ekspresi spiritualality dapat kita tunjukkan dalam berbagai cara sesuai level usia kita, apakah dengan berdoa, meditasi, dzikir, membaca kitab suci, mendengarkan murrotal, atau melaksanakan ibadah ritual sehari-hari yang membuat kita semakin tenang dan sabar karena kita merasakan kehadiran Allah bersama kita.

Demikianlah langkah-langkah CERDAS ini saya uraikan dengan sederhana semoga bisa membantu kita semua untuk melewati masa-masa kritis akibat ketakutan dan kepanikan COVID19. Tetaplah berfikir positif bahwa tidak ada yang Allah ciptakan dimuka bumi kecuali untuk mengajarkan kita tentang bagaimana belajar mengenali alam semesta dan merasakan kehadiran Allah dalam diri kita.

“Barang Siapa yang Mengenal Dirinya Maka dia mengenal Tuhannya”

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: