Atasi Covid-19 Dengan Diam Dan Tersenyum

“Suatu musibah tidak akan menimpa seseorang kecuali atas izin Allah.

Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, tentu Dia akan menunjuki “hatinya”.

Dan Tuhan Maha Mengetahui segala-galanya” (Qs 64:11)

Covid-19 menjadi isu internasional yang mengguncang seluruh Negara didunia.  Setiap hari media cetak, elektronik, media sosial menyajikan informasi ancaman Covid-19 dari yang tajam, terupdate, terpercaya hingga hoax. Kondisi ini menimbulkan ketakutan dan kepanikan yang berdampak luas pada pergerakan masyarakat disemua sektor baik pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, politik dan keagamaan. Semua ingin mengambil peran dalam mengendalikan penyebaran Covid-19.

Tahun ini menjadi tahun ketakutan dan kepanikan seluruh dunia. Social distancing hingga physical distancing pun di serukan bagi seluruh masyarakat di manapun berada. Work From Home dan Personal Hygiene menjadi keharusan. Semua harus kita lakukan demi menghambat penyebaran virus dan mengakhiri kondisi Covid-19 secara massif.

Kepanikan sangat terasa khususnya dalam bidang perekonomian dan sosial, barang-barang pokok menjadi langka bahkan untuk membeli obat-obatan dan pelindung diripun hilang dipasaran. “Panic Buying” begitulah kondisi saat ini melanda masyarakat hampir di seluruh belahan bumi. Takut lapar, takut sakit, takut mati yah ketakutan yang manusiawi.

Manusia tidak diciptakan secara acak, manusia berubah sesuai dengan respon terhadap lingkungan sekitar. Dr. Bruce Lipton dalam buku The biologi of belief mengatakan bahwa kita mempersepsikan atau membuat penilaian terhadap lingkungan dan sistem biologi akan menyesuaikan dengan informasi yang kita kirim, tentang apa yang kita alami apakah bahagia, sedih, takut atau stress, ini terjadi bahkan saat persepsi kita salah.

Gen manusia tidak ada yang mengendalikan. Lingkunganlah yang mengendalikan susunan genetik kita. Lingkungan terdiri dari udara, air, tanah, iklim dan lingkungan yang berupa gaya hidup, pola makan, dan budaya masyarakat ikut mempengaruhi. Pikiran adalah faktor yang penting mempengaruhi susunan genetika kita. Jika kita terus berada pada persepsi yang salah tentang lingkungan yang tidak akurat atau peningkatan sensitifitas maka ketidakseimbangan biologi tubuh akan terjadi.

Manusia bukanlah hanya satu kesatuan tetapi tubuh kita adalah kumpulan lebih dari 50 trilyun sel yang dalam satu tahun akan melakukan regenerasi sel sebanyak 98%. Untuk setiap sel ada 10 sel bakteri yang menumpang, jadi sebenarnya manusia adalah koloni yang berjalan, berbicara, bernafas dan merupakan sel yang selalu berubah dan beradaptasi.

Kehidupan adalah sebuah evolusi dan siklus, bukan sesuatu yang baru ada saat ini, Maka allah akan menunjukkan kepada kalian sebahagian dari tanda-tandanya agar kamu berfikir. Manusia dalam hidupnya harus membuka diri terhadap dunia sekitarnya. Manusia harus menyadari keterbatasan dirinya yang selama ini dijerumuskan oleh pengetahuan, bahwa diri ini hanya terbatas pada mata, telinga, kaki serta anggota tubuh yang terlihat. Semakin tajam kita berfikir tentang kehidupan yang kita lihat nyata maka kenyataan ini akan membuat kita tertipu oleh pengetahuan yang kita miliki.

Saat ini tubuh dan pikiran kita butuh BERHENTI, berhentilah sejenak sekedar berkontempelasi dan melihat kedalam diri kita. Dalam teori yang di adaptasi dari Johnny “Ananda” Norman dikenal dengan The Stop Technique. Teknik yang sangat sederhana ini dapat membantu kita fokus dan sembuh, karena memberi informasi yang sangat berharga tentang di mana kita berada dan apa yang terjadi di sekitar kita saat ini. Tekhnik ini dapat kita lakukan dalam waktu lima menit.

Berhentilah sejenak dimanapun anda berada, apapun yang anda lakukan berhentilah. Rasakan segala peristiwa yang ada disekitar anda, apa yang sedang terjadi?, lihatlah dengan mata, dengarkan dengan telinga, dan rasakan di sekeliling anda dengan melibatkan semua panca indra kita. Berhentilah sejenak dan Tariklah nafas dalam-dalam kemudian hembuskan perlahan-lahan, tidak ada yang anda pikirkan selain fokus pada nafas dan kesadaran diri anda.

Rasakan Detak jantung dan denyut nadi anda, perhatikan rasa yang ada di dada. Bernafaslah dan rasakan apakah nafas anda dangkal, cepat atau anda merasakan ketegangan. Rabalah suhu kulit anda apakah anda merasakan kehangatan, dingin, lembab, kering rasakan dari mana sumbernya. Perhatikan diri anda lebih dalam apakah ketegangan masih menyesakkan dada?, apakah kerutan masih menyelimuti dahi anda, tanyakan dari mana sumbernya?

Sekarang  Rilekskan otot Anda, biarkan tubuh dan pikiran anda rileks tanpa beban. Analisis perasaan Anda, apakah anda bosan, takut, bersalah,  cemas, stress, panik, frustrasi, terintimidasi, sesak,  tenang, bahagia, nyaman? tempatkan kata yang tepat menyatakan apa yang Anda rasakan saat ini.  Sekarang apa yang ingin Anda rasakan? Bagaimana perasaan Anda saat ini? Apakah Anda ingin aktif? Ingin kembali kesuatu tempat santai atau keluar bersama teman? Apakah kegembiraan salah satu hal yang Anda ingin rasakan?

Saat ini BERHENTILAH dan tarik Nafas dalam-dalam lalu hembuskan, sulaplah bahagia dalam hati dan pikiranmu. Libatkan semua indera Anda dan rasakan sukacita yang muncul dari suatu tempat di dalam dirimu. TERSENYUMLAH dan pada saat ini perasaan Anda akan berubah menjadi baik dan tubuh Anda akan merespon. Tersenyumlah dan rasakan nafasmu akan lebih teratur, pikiranmu akan semakin tenang dan tubuhmu akan semakin sehat dan kuat. Ucapkanlah senantiasa kebaikan dan kesehatan dalam doa, dan Allah akan menjauhkan kita dari bencana dan kesakitan, Insyaallah.

Rasakan dengan penuh hikmah bahwa kita sebenarnya hanya diam terpaku dalam kesibukan Allah (Af’alullah), Allah yang menggerakkan bumi, mengatur siang dan malam, senyawa bereaksi dan atom bergerak pada sumbunya. Semua makhluk telah mengikuti kehendak Ilahi dan perintah Ilahi dengan terpaksa ataupun suka cita.

Allah membuat hukum yang harus diikuti semua makhluk, hal ini bisa kita rasakan dalam renungan yang hening. Perhatikanlah keluar masuknya nafas, kedipan mata, detak jantung yang mengalirkan darah, mengirimkan oksigen dan nutrisi, menggantikan sel-sel yang rusak. Indahnya saat kita memandang hamparan sawah nan hijau, langit yang biru, dengarkanlah indahnya kicauan burung dengan deburan ombak dilautan, dan rasakanlah manisnya gula, pahitnya kopi, asamnya cuka, dan asinnya garam.

Alangkah indahnya semua ini, manusia hanya bisa merasakan dan menyaksikan. Tidak sedikitpun kita ikut andil dalam membuat semua rasa ini. Dialah Allah yang bersembunyi dibalik kasat mata manusia yang buta hatinya. Ia yang menggerakkan bumi, langit, bintang-bintang, matahari, siang dan malam. Berhentilah sejenak sekedar menarik nafas panjang dan hembuskan perlahan-lahan sambil rasakan setiap tarikan dan hembusan nafas itu, masihkah engkau tak merasakan hadirnya DIA dalam dirimu.

“Dialah yang telah menurunkan ketentraman didalam hati orang-orang yang beriman supaya bertambah keimanannya di samping keimanan yang telah ada” (QS 48:4)

 

 

One thought on “Atasi Covid-19 Dengan Diam Dan Tersenyum

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: