Penyembuhan dan Menyembuhkan

Situasi di masa pandemik mengharuskan kita untuk tetap dirumah, menjaga diri dan keluarga agar bisa tetap bertahan dengan imun dan iman yang baik. Setiap kita punya cara masing-masing menggunakan segala waktu yang ada untuk beraktifitas agar tubuh kita tetap sehat. Tapi pernahkah kita bercengkrama mesra dengan tubuh  sendiri, mengajaknya untuk sekedar berbincang dalam diam dan meyakinkannya bahwa kita akan menjaganya untuk tetap baik-baik saja?

Sadarilah bahwa Tubuh adalah paramedis seluler, setiapkali tubuh mengalami luka sel darah akan dengan cepat mengeluarkan sel darah khusus, yang disebut trombosit yang bekerja menutup luka melalui pembekuan untuk membendung aliran darah. Sel darah putih dihasilkan untuk melawan bakteri yang mungkin masuk kedalam tubuh melalui kulit yang rusak. Dan sel darah merah tiba di lokasi untuk memberi makanan serta oksigen untuk penyembuhan jaringan. Selama beberapa hari berikutnya, luka kecil itu sembuh dan akhirnya menghilang. Betapa Luar biasa Tuhan merancang tubuh kita dengan kemampuan untuk melakukan perbaikan dan bahkan  bertahan melawan penyakit atau cedera. Sebenarnya, kita adalah makhluk yang bisa menyembuhkan diri sendiri.

Penyembuhan dan menyembuhkan adalah dua kata yang sangat berbeda. Tubuh adalah mukjizat terbesar yang diberikan tuhan kepada kita untuk bertahan di bumi ini. Penyembuhan diri merupakan proses yang bersumber dari tubuh, pikiran dan spirit/jiwa untuk menjadi utuh. Sedangkan menyembuhkan adalah proses bebas dari penyakit yang bersumber dari luar dan bergantung pada keahlian praktisi (seperti dokter/tabib/tenaga kesehatan lainnya).

Statistik membuktikan bahwa sistem layanan kesehatan hanya memengaruhi sekitar 10 persen dari hasil kesehatan kita; 90 persen sisanya adalah ditentukan oleh pilihan gaya hidup, bagaimana dan di mana kita tinggal. Penyedia layanan kesehatan sangat terbatas kemampuannya dalam melakukan kontrol terhadap gaya hidup, pola makan, aktifitas dan segala yang menyangkut bagaimana kita menggunakan waktu setiap hari. Hal inilah yang menuntut kita untuk tetap melakukan yang terbaik dalam mengontrol tubuh ini. Kita harus dapat mengajak orang disekitar kita, dimana saja dan kapan saja untuk menyadari bahwa kesehatan dan penyembuhan sesungguhnya ada dalam genggaman mereka sendiri.

Setiap orang akan merasakan yang namanya sakit, itu adalah kenyataan yang pasti. Ada tiga cara penting untuk penyembuhkan diri: 1) kesadaran diri: mendengarkan tubuh dan kebutuhannya, 2) pandangan positif tentang masa depan, 3) melepaskan masa lalu. Biarkan harapan menyembuhkanmu. Harapan adalah kekuatan batin terbesar yang mampu menyembuhkan diri sendiri. Hidup seringkali sulit dan menyakitkan. Tetapi kenyataannya tidak semua kehidupan akan berjalan sulit dan menyakitkan. Kita harus mampu menjelaskan bagaimana kita bisa menanggapi secara bijak segala cobaan dan tantangan yang dihadapi, teruslah berharap karena matahari akan muncul setelah malam yang gelap, lepaskan semua yang tidak lagi membantumu dan tetaplah berharap akan ada titik cahaya menerangimu menggapai tujuan, membangun masa depan dan menjalani dengan sukacita meski penyakit kan tetap ada dalam dirimu.

Proses penyembuhan terhadap penyakit memiliki tingkatan baik secara fisik, emosional maupun spiritual. Oleh karena itu dalam melakukan penyembuhan dan menyembuhkan orang lain ketiga aspek ini merupakan hal yang harus kita perhatikan. Tiga tingkat kesembuhan tersebut adalah: 1) tingkat fisik berkaitan dengan kebutuhan dasar manusia yaitu  kemampuan dalam memenuhi kebutuhan makan, minum, aktifitas secara fisik, 2) tingkat emosional menyangkut bagaimana pemikiran seseorang sangat mempengaruhi kesembuhannya. Berfikir negatif akan memicu emosi seperti ketakutan, stress, frustasi atau kecemasan yang pada gilirannya akan membahayakan kesehatan dan menggagalkan proses penyembuhan, 3) tingkat spiritual yaitu bagaimana kemampuan kita dalam memberikan makna dan tujuan terhadap kehidupan. Hargailah setiap detik nafas yang masih berhembus, tersenyumlah dan lakukan yang terbaik selagi bisa, buat setiap momen itu berkesan dalam hidupmu.

Penyembuhan adalah proses yang berlangsung secara terus menerus, tidak hanya saat sakit, sembuh dan kemudian penyembuhan itu berakhir. Proses penyembuhan diri dapat kita lakukan setiap hari, kapan dan di mana saja. Tubuh ini akan terus membersamai kita kemanapun langkah ini berayun, olehnya luangkan waktu  meski hanya lima menit untuk diam sejenak dan mengajaknya lebih dekat  untuk sekedar tersenyum dengan nafas yang teratur, pikiran yang positif, serta jiwa yang tenang. Kita harus selalu sehat sampai pada level terbaik kita yaitu pada tubuh, pikiran dan jiwa.

“Penyembuhan adalah perjalanan yang tidak pernah berakhir”

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: