Kemana Rasa Kemanusiaan di Masa Pandemi Covid-19?

Pelanggaran terhadap protokol kesehatan memicu kekerasan model baru ala penegakan disiplin menggunakan masker selama pandemi. Perang dengan Covid yang tak kasat mata berdampak perang langsung Tim yang bertugas dilapangan dengan masyarakat seperti berada dimedan perang melawan musuh.

Pelanggaran Hak asasi Manusia dan kemanusiaan semakin banyak terjadi bahkan tidak segan dilakukan hanya sekedar dokumentasi dan pencitraan yang berdampak viral namun menyedihkan dan miris melihatnya. Sekilas ini sebagai bentuk sanksi atau apapun namanya untuk pendisiplinan yang dianggap biasa, pantas atau wajar bagi beberapa kalangan tapi sebagai perawat Dan akademisi perasaan sedih, menangis, dan sesak dada menyaksikan perempuan cantik berbaju seksi dihukum dengan posisi tak wajar, ibu yang turun ke got membersihkan sampah, remaja disuruh push up dan di tempeleng, orang tua yang di borgol, denda yang tidak rasional dan masih banyak lagi video viral yang menyebar menunjukkan semakin buruknya penegakan protokol Kesehatan di negara kita, sanksi yang di berikan menjadi sangat variatif, tidak standard, melecehkan bahkan melanggar HAM dan Kemanusiaan, sudah sepatutnya ini mendapat perhatian serius oleh pemerintah.

Persoalan pandemi covid-19 adalah tantangan sekaligus ancaman Kesehatan global, sosial, perekonomian, budaya Dan pertahanan keamanan negara. Kita tidak boleh ceroboh dalam mengambil sikap pendisiplinan Masyarakat yang bisa menjadi bom waktu terhadap meningkatnya kekerasan Dan masalah Kesehatan mental di Masyarakat. Sudah cukup Masyarakat Kita berada dalam situasi ketakutan, kecemasan, depresi hingga bunuh diri sebagai dampak pandemi Covid 19 jangan di tambah beban mereka dengan perlakuan yang tidak manusiawi tanpa dukungan sosial dan support sistem yang kuat. Mari bersama pulihkan bumi dengan damai tanpa kekerasan.
Selamat Hari Perdamaian International 21September2020

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: